Sempat Buron 2 Tahun, Mantan Kades di Bengkulu Utara Divonis 34 Bulan Penjara

BENGKULU – Dua tangan Ujang Sunardi tampak menekuk kepala yang dibungkus peci hitam. Antara pasrah atau tak menerima, mantan kepala Desa Karya Pelita, Kecamatan Marga Sakti Seblat, Bengkulu Utara, itu akhirnya divonis bersalah dalam perkara korupsi Dana Desa yang mendudukkannya sebagai terdakwa.

Dalam sidang yang diketuai majelis hakim Fauzi Isra itu, Ujang dijatuhi vonis penjara 2 tahun 10 bulan dan denda Rp 50 juta subsidair 6 bulan kurungan. Ujang Sunardi juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 383 juta.

Apabila uang pengganti ini tak dibayarkan, maka akan dilakukan penyitaan harta benda. Kemudian, jika harta benda terdakwa tak mencukupi, maka akan dipenjara selama 1 tahun.

Vonis hakim ini sendiri lebih ringan dari tuntutan JPU, yakni penjara 3 tahun, denda Rp 50 juta subsidair 6 bulan kurungan.

“Kami akan melaporkan dulu ke pimpinan dan menunggu petunjuk pimpinan, apakah akan banding atau tidak,” kata JPU Kejati Bengkulu, Meilina kepada wartawan usai sidang.

Ujang Sunardi sendiri ditetapkan tersangka atas kasus korupsi Dana Desa Karya Pelita sebesar Rp 400 juta di tahun 2017. Ia dijerat Pasal 2 dan 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Berdasar hasil penyidikan, Ujang Sunardi, antara lain, diketahui mencairkan dana desa tanpa pertanggungjawaban, dan pekerjaan yang harusnya dikerjakan tapi tidak dikerjakan.

Saat ditetapkan tersangka di bulan Juli tahun 2019, Ujang Sunardi kemudian menghilang. Ia menjadi buronan dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dalam pelariannya, Ujang Sunardi sempat bersembunyi dan mengontrak rumah di Bekasi. Dia juga menyembunyikan identitasnya sebagai pedagang sayur keliling, sebelum akhirnya tertangkap di bulan Januari 2022 lalu. (Rls)

Artikulli paraprakC20 desak pemimpin G20 segera selesaikan krisis multidimensi global
Artikulli tjetër81 Haji Yang Wafat Sebagian Besar Karena Penyakit Cardiovascular