KJRI Hamburg turut dukung kerja sama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan dua Lembaga Penelitian Jerman di Bremen

​Bremen, Jerman – KJRI Hamburg turut mendukung kerjasama di bidang riset antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan dua lembaga penelitian Jerman di Bremen yaitu Leibniz Centre for Tropical Marine Research (ZMT) dan Sustainability Research Center (artec), yang keduanya berkedudukan di Bremen (13/6).

Langkah awal kerjasama diwujudkan dengan penandatanganan dua Letter of Intent (LoI) for Academic Cooperation yang dilakukan secara terpisah masing-masing antara BRIN dan ZMT dan artec bertempat di di gedung Haus der Dokumente dan gedung Seminar-und Forschungsverfuegung Universitas Bremen.

Dalam penandatanganan tersebut, pihak BRIN diwakili oleh Bapak Dr. Fadjar Ibnu Thufail, Kepala Pusat Riset Kewilayahan BRIN. Sementara itu pihak ZMT dan Artec masing-masing diwakili oleh Prof. Dr. Raimund Bleischwitz, Scientific Director ZMT, dan pihak artec diwakili oleh Prof. Dr. Michael Flitner, Kepala Sustainability Research Center (artec).

Turut hadir dan menyaksikan penandatangan adalah Diana Soleha, Pelaksana Fungsi Pensosbud, mewakili KJRI Hamburg, serta para undangan dari kedua Lembaga penelitian tersebut.

Pada kesempatan itu, Kapus Riset Kewilayahan BRIN juga menyampaikan kuliah umum yang mengangkat tema ”Marine Tenure as an Anthropocene Problem” dengan persepektif pendekatan relational anthropological dan dihadiri oleh para mahasiswa program studi PhD di ZMT. Kuliah umum dilakukan secara hybrid dan dihadiri oleh sekitar 15 orang peneliti ZMT dan mahasiswa PhD.

Menjelang akhir acara, Kapus Riset Kewilayahan dan wakil dari Artec dan ZMT turut membahas rencana program kerja sama yang akan dilakukan antara BRIN dan kedua lembaga termaksud.

LoI yang telah disepakati ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama dan kolaborasi akademik yang lebih konkrit serta menjadi dasar awal menuju perjanjian yang lebih formal (MoU) antara BRIN-ZMT dan BRIN-artec.

ZMT adalah satu-satunya lembaga ilmiah di Jerman yang secara eksklusif menyelidiki ekosistem pesisir tropis dan subtropis dan signifikansinya bagi alam dan manusia dengan pendekatan interdisipliner. Sementara artec adalah pusat penelitian yang mengakji isu keberlanjutan dan transformasi sosio-ekologis menggunakan yang juga menggunakan pendekatan interdisipliner.

Dalam rangkaian acara kunjungan ke Jerman, Kepala Riset Kewilayahan BRIN juga telah menjadi narasumber dalam Sea-Level Conference di University of Hamburg pada tanggal 5-7 Juni 2023 dan melakukan penandatanganan LoI dengan German Institute of Development and Sustainability (IDOS) di Bonn, pada 9 Juni 2023.

Penandatangananan ini merupakan bukti kerja sama yang semakin erat dan nyata antara BRIN dan lembaga riset di Jerman. (Rls)

Artikulli paraprakMenko Airlangga: Kebijakan Ekonomi Transformatif Akan Capai Pertumbuhan Ekonomi yang Tinggi dan Inklusif
Artikulli tjetërIndonesia Terpilih sebagai Anggota Executive Council World Tourism Organization 2023-2027