28 warga Mukomuko positif DBD

Mukomuko – Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu mencatat 28 orang warga di daerah itu positif demam berdarah dengue (DBD) selama periode Januari hingga September 2022.

“Kasus DBD periode bulan Januari hingga September 2022 meningkat kemungkinan karena kesadaran warga melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) semakin rendah,” kata Pengelola Program DBD pada Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Bara Lendra dalam keterangannya di Mukomuko, Kamis.

Jumlah kasus demam berdarah dengue di daerah ini selama periode Januari hingga September 2022 meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2021 ada 16 kasus.

Dikatakan hal itu setelah melakukan perbandingan data jumlah warga masyarakat setempat yang positif terjangkit penyakit demam berdarah dengue selama periode bulan Januari hingga September 2021 dan 2022.

Dinas Kesehatan setempat setiap bulan menerima laporan terkait jumlah warga setempat yang terjangkit penyakit DBD dari Puskesmas di daerah ini dan melakukan pengasapan untuk mencegah penularan penyakit DBD.

Ia mengatakan, dari 28 orang yang positif terjangkit DBD selama 2022, penderita yang paling banyak itu pada bulan Mei sebanyak enam orang, bulan Juli empat orang, Juni tiga orang, dan April tiga orang, September tiga orang.

Sedangkan jumlah warga yang positif terjangkit penyakit DBD bulan Januari hingga Maret 2022 masing-masing sebanyak satu kasus.

Ia menyatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya seperti fogging atau pengasapan di lokasi yang ditemukan kasus, termasuk melakukan penyelidikan epidemologi (PE), dan larvasida.

Namun dari sebanyak 28 kasus DBD tersebut, katanya, hanya delapan lokasi yang dilakukan pengasapan karena ketiadaan anggaran untuk melakukan kegiatan tersebut.

“Kita melakukan fogging di delapan lokasi tersebut atas kerja sama pihak puskesmas dengan pemerintah desa,” ujarnya.

Selain itu, instansinya melalui Puskesmas tetap mengimbau camat, lurah, dan kepala desa hingga RT dan seluruh masyarakat untuk melakukan kegiatan pencegahan penularan penyebaran penyakit ini.

Pihaknya menyarankan warga terutama yang ditemukan kasus DBD agar melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) guna mencegah penyebaran penyakit DBD pada saat sekarang ini. (Ant)

Artikulli paraprakHarga sawit di Mukomuko naik capai Rp170/Kg
Artikulli tjetërKemenperin: Penetapan kebutuhan impor garam sesuai prosedur