KJRI Davao City Melakukan Kunjungan Kerja ke Pelabuhan Ikan Internasional Kota General Santos sebagai Upaya Pengembangan Diplomasi Ekonomi Indonesia – Mindanao

Davao City, Filipina – Dalam rangka pengembangan kerja sama ekonomi Indonesia dan Filipina Selatan, tim KJRI Davao City melakukan kunjungan kerja kepada Kepala Pelabuhan Ikan Internasional General Santos di Mindanao, Filipina Selatan (15/6). Kunjungan ini bertujuan untuk membahas berbagai regulasi ekspor/impor ikan Filipina, sekaligus mengeksplorasi potensi kerja sama perdagangan antara Kota General Santos dengan Sulawesi Utara.

Tim KJRI Davao City dan tim diterima oleh Sdr. Paris Uldrarico Ayon selaku Kepala Otoritas Pengembangan Perikanan Filipina (Philippine Fisheries Development Authority-PPA), sekaligus Kepala Pelabuhan Ikan General Santos yang didampingi oleh jajaran pejabat dari Biro Perikanan dan Sumber Daya Perairan (Bureau of Fisheries and Aquatic Resources – BFAR), Badan Maritim ABS (ABS Maritime Agency), Pabrik Pengolahan FAO 195 (Processing Plant FAO 195), dan Asosiasi Penangkapan Ikan Tuna Handline SarGen Fishport (SarGen Fishport Tuna Handline Fishing Association), Agen Perikanan Resmi dan Agen Pengiriman Kargo Resmi kota General Santos.

Kunjungan kerja juga dilanjutkan dengan oberservasi langsung ke tempat pelelangan ikan, guna mendapatkan gambaran jelas akan prosedur dan proses penanganan (tuna handling) dimulai dari penerimaan kargo ikan, pengecekan, klasifikasi, distribusi, hingga packing untuk persiapan ekspor. Pihak eksportir dan Kepala Pelabuhan Ikan General Santos menyampaikan harapan agar kegiatan ekspor ikan dari wilayah Sulawesi Utara dapat segera terwujud.

KJRI Davao City juga telah bertemu dengan salah satu importir terpercaya di kota General Santos yakni Tenpoint Manufacturing Corporation, yang secara terbuka menyampaikan minat untuk bekerjasama dengan pihak Indonesia. Pihak TenPoint juga menyampaikan harapannya agar KJRI Davao City dapat memberikan dukungan, serta merekomendasikan calon eksportir dari Indonesia. Kepala Kantor Pelabuhan Ikan General Santos Sdr. Paris Ayon juga menyampaikan agar pihak Indonesia dapat turut serta pada kegiatan “Tuna Congress” pada bulan September 2023 mendatang, dan mendorong agar pertemuan B-to-B bidang perikanan antara kota General Santos dengan pihak eksportir dari wilayah Indonesia dapat segera terlaksana. (Rls)

Artikulli paraprakBahas Fiqih Haji, Menag Hadiri Muktamar Taisyir di Jeddah
Artikulli tjetërKemenag Ajak Pemuda Gereja Jadi Bagian Perekat Kerukunan