Bengkulu – Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan memastikan sejumlah program pembangunan dan peningkatan pelayanan publik akan berlanjut pada Tahun Anggaran (TA) 2027. Program tersebut meliputi perbaikan jalan dan jembatan, revitalisasi RSUD M. Yunus, serta peningkatan fasilitas pendidikan di sekolah-sekolah yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu.
Hal itu disampaikan Helmi dalam rapat pemaparan Rencana Pembangunan Provinsi Bengkulu Tahun Anggaran 2027 yang berlangsung di Balai Raya Semarak, Selasa (13/10/2026). Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Bengkulu.
Rapat diawali dengan pemaparan rencana kerja masing-masing OPD yang mengacu pada visi dan misi Bantu Rakyat. Pembahasan difokuskan pada pembangunan infrastruktur serta peningkatan kualitas pelayanan publik guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dalam pemaparan tersebut, penanganan jalan provinsi, perbaikan jembatan di sejumlah ruas, dan revitalisasi RSUD M. Yunus menjadi beberapa prioritas pembangunan yang direncanakan untuk 2027.
Gubernur Helmi Hasan menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan akan terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Selain mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, perbaikan infrastruktur diharapkan dapat menunjang aktivitas ekonomi dan konektivitas antarwilayah.
Di sektor kesehatan, revitalisasi RSUD M. Yunus direncanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Perbaikan fasilitas rumah sakit diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan layanan kesehatan yang lebih baik.
“Sesuai dengan keinginan kita, pembangunan infrastruktur jalan dan perbaikan jembatan, serta perbaikan rumah sakit, insyaallah revitalisasi RSUD M. Yunus akan berjalan,” kata Helmi.
Selain pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan kesehatan, Pemprov Bengkulu juga merencanakan pembenahan fasilitas pendidikan di sekolah-sekolah yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Program tersebut mencakup rehabilitasi toilet sekolah, penyediaan kipas angin untuk ruang kelas di wilayah bercuaca panas, serta penambahan dispenser untuk menunjang kenyamanan siswa selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Menurut Helmi, penyediaan fasilitas pendukung tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap lingkungan belajar yang nyaman bagi para siswa. Penyesuaian fasilitas dengan kondisi sekolah dan wilayah diharapkan dapat membantu menunjang aktivitas belajar mengajar.
“Sekolah-sekolah toiletnya akan dibangun. Kipas angin juga untuk sekolah yang wilayahnya panas ditargetkan akan mendapatkan kipas angin dan dispenser,” ujarnya.
Melalui rencana kerja Tahun Anggaran 2027, Pemprov Bengkulu berharap pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan kesehatan, dan pembenahan fasilitas pendidikan dapat dilaksanakan secara beriringan.
Program-program tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan visi pembangunan daerah Bantu Rakyat. (Red)



























