BI Babel fasilitasi UMKM binaan ekspor lada ke Australia dan Filipina

Pangkalpinang  – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bangka Belitung memfasilitasi kelompok usaha mikro kecil dan menengah mitra binaan dalam kerja sama perdagangan ekspor lada ke Australia dan Filipina.

“Ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami untuk membantu para pelaku UMKM di Babel agar mampu go global,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Babel Faturachman di Pangkalpinang, Selasa.

Sebagai langkah awal, BI Babel telah memfasilitasi penandatanganan perjanjian kerja sama perdagangan ekspor lada antara UMKM mitra binaan Billiton Spice dengan pembeli dari Australia dan Filipina.

Billiton Spice merupakan UMKM mitra BI Babel yang fokus pada industri pengolahan komoditas lada. Acara penandatanganan tersebut berlangsung di tengah penyelenggaraan pameran showcasing UMKM Premium yang menjadi side event acara “Indonesia Chairmanship in ASEAN 2023” di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC), Nusa Dua, Bali.

Penandatanganan kesepakatan kerja sama difasilitasi Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen (DUPK) Bank Indonesia dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Babel dan dihadiri Kepala Grup DUPK Elsya MS Chani dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Babel Faturachman.

Kepala Grup DUPK BI Elsya MS Chani memberikan apresiasi kepada Billiton Spices sebagai salah satu UMKM yang berperan aktif dalam mengembangkan komoditas lada di Indonesia.

Rempah-rempah merupakan komoditas terbesar unggulan ke-4 di Indonesia yang dibutuhkan dunia sehingga menjadi peluang besar bagi Indonesia di kancah internasional.

Elsya mengarahkan pengembangan berkelanjutan pada lada karena  merupakan salah satu komoditas ekspor yang dapat mendorong UMKM Indonesia di pasar global, sehingga pembinaan dan pemantauannya harus dilakukan secara kontinyu.

Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah konkrit dalam memfasilitasi, mengembangkan, dan mendorong UMKM sektor rempah yang berorientasi ekspor melalui “push and pull strategy”.

“Kami mengarahkan Billiton Spices agar tidak hanya fokus pada ekspansi bisnis dan penjualan ke dalam dan luar negeri, namun juga turut mengkampanyekan produk buatan Indonesia, serta momen ini diharapkan dapat memotivasi pelaku UMKM lainnya untuk secara berkelanjutan produk dengan kualitas terbaik dan layak ekspor,” katanya.

Bank Indonesia Bangka Belitung juga turut mengapresiasi keberhasilan Billiton Spices dalam mempromosikan komoditas lada Belitung ke pasar global.

Kepala BI Babel Faturachman menambahkan BI Babel secara berkelanjutan melakukan monitoring pada komoditas lada di Kabupaten Belitung melalui kemitraan dan pembinaan dengan Billton Spices yang menaungi beberapa gabungan kelompok petani lada di Membalong dan Mendanau, Belitung.

Bank Indonesia Bangka Belitung aktif secara kontinyu bergerak dalam pengembangan komoditas lada sesuai arahan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin yang mengibaratkan Bank Indonesia sebagai “hamzah washal” (penghubung) pengembangan aneka komoditas di Indonesia.

Hal ini bermakna Bank Indonesia sebagai pendorong untuk membina, mendorong, dan memasarkan komoditas tersebut, salah satunya komoditas lada.

Optimalisasi penjualan rempah (lada) di pasar global menunjang transformasi, diversifikasi dan pengembangan ekonomi hijau dalam rangka mendorong pertumbuhan perekonomian Bangka Belitung.

Pada acara tersebut. Billiton Spices melakukan transaksi secara Business to Business (B2B) produk lada kemasan dengan pembeli dari Nour Restaurant (Australia) dan Rang-Ay Trading and Logistic Corporation (Filipina) dengan nilai kontrak pembelian pertama masing-masing 1.320 pcs (10 karton) ke Sydney, Australia dan 3.960 pcs (30 karton) ke Manila, Filipina.

Billiton Spices didirikan oleh Vivi Widyana pada 2016, yang melakukan pengembangan dan hilirisasi komoditas lada asli Belitung. Lada Belitung merupakan produk dengan sertifikasi Geographic Indication (GI) dengan sebutan Muntok White Pepper dan juga merupakan geo-produk dengan kandungan piperine tertinggi yaitu 5,6-7,2 persen.

Billiton Spices menjadi mitra BI Babel sejak 2020, melalui dukungan kegiatan capacity building dan onboarding UMKM, Bank Indonesia mendorong Billiton Spices dalam rangka keberlanjutan dalam melakukan hilirisasi produk lada sehingga mampu bersaing di pasar domestik dan global.

Sebelum penandatanganan kesepakatan kerja sama terlaksana, koordinasi rencana ekspor telah dilakukan Billiton Spices kepada Bank Indonesia, Dinas Pertanian Belitung, dan Dinas Koperasi dan UMKM Belitung melalui diskusi pada 29 Januari 2023 di Kabupaten Belitung, berikut dengan mengundang petani lada setempat dalam mendorong produksi produk lada kualitas tinggi ke pasar domestik dan global.

Ke depan, seluruh pemangku kepentingan terkait akan secara berkala memantau dan mengevaluasi seluruh end-to-end process hilirisasi dan promosi komoditas lada Belitung. (Ant)

Artikulli paraprakREI Papua berharap pemerintah beri kemudahan pada penerbitan PBG
Artikulli tjetërDefisit perdagangan AS melonjak 12,2 persen pada 2022