Kemenhub: 13 pantai di Jalur Pansela berpotensi dikembangkan

Jakarta  – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut terdapat 13 pantai di Jalur Pantai Selatan (Pansela) yang berpotensi untuk dikembangkan.

“Kami akan mendorong Kemenparekraf dan pemerintah daerah untuk mengembangkan sektor pariwisata yang ada agar masyarakat berminat melewati jalur ini,” kata Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Hendro Sugiatno melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jumat.

Hendro mengatakan 13 pantai tersebut berada di wilayah Provinsi Jawa Barat dari Pelabuhan Ratu (Sukabumi) sampai Pangandaran.

“Nah ketika Jalur Pansela Jawa ini ramai digunakan, maka secara otomatis akan menumbuhkan minat investasi dan pertumbuhan ekonomi karena pantai-pantai di Jalur Pantai Selatan ‘view’- nya sangat luar biasa indah,” kata dia.

Hal itu dikatakannya pada hari kedua peninjauan Jalur Pansela bersama Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I Kementerian PUPR Akhmad Cahyadi, Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi, dan Direktur Operasional PT Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana, Jumat.

Sementara itu, Akhmad Cahyadi mengatakan Jalur Pansela dari Pelabuhan Ratu hingga Pangandaran panjangnya 416 kilometer dengan lebar jalan 7 meter.

“Kondisi jalan cukup baik, hanya ada di beberapa tempat kondisi jalannya sedikit rusak, namun sudah langsung diperbaiki, yaitu di wilayah Surade-Tegal Beleud, Kabupaten Sukabumi,” katanya.

Dari Jalur Pansela tersebut memiliki akses ke Bandung dari Pertigaan Cidaun melalui Ranca Bali, Soreang dengan panjang jalan nasional 84 kilometer.

“Di Jalur Pansela ini ada sembilan jembatan sempit yang secara bertahap pada tahun 2023 segera diperbaiki dengan anggaran APBN sebesar Rp148 miliar dan sudah ada kontrak pembangunan jembatan lain dengan anggaran ‘multiyears’ sampai tahun 2024 sebesar Rp228 miliar,” ujar Cahyadi.

Sementara itu, Firman Shantyabudi mengingatkan masyarakat yang akan mudik melalui Jalur Pansela untuk tetap waspada karena masih minimnya penerangan jalan dan rambu.

“Waspada, karena dari segi penerangan jalan dan rambu masih sangat minimal sekali. Selain itu lebar jalan yang hanya 7 meter harus membuat kita waspada saat berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan,” ujar Firman.

Ia mengatakan karena jalan yang sempit, maka masyarakat diimbau tidak memarkir kendaraan di badan jalan agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas. (Ant)

Artikulli paraprakSebanyak 10 unit bus Trans Jatim tambahan beroperasi April
Artikulli tjetërKapolri Gelorakan Semangat Persatuan-Kesatuan Saat Tutup Porseni NU