IHSG menguat, pasar harap bank sentral AS perkecil naiknya suku bunga

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa pagi menguat seiring harapan bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (Fed) akan memperkecil kenaikan suku bunga acuannya pada pertemuan akhir Januari nanti.

IHSG dibuka menguat 10,75 poin atau 0,16 persen ke posisi 6.698,8. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 2,51 poin atau 0,27 persen ke posisi 915,82

“Dari global, tren inflasi AS yang melandai, memberikan harapan bahwa The Fed akan memperkecil kenaikan suku bunga acuannya,” tulis Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Selain itu Bank Indonesia (BI) juga berpeluang dapat menahan suku bunga acuannya di level 5,50 persen pada pertemuan pekan ini, sehingga, IHSG berpeluang menguat hari ini pada kisaran 6.612 hingga 6.738.

Adapun bursa ekuitas Amerika Serikat (AS) libur pada perdagangan tadi malam untuk memperingati hari Martin Luther King Jr.

Bursa ekuitas Eropa ditutup menguat pada perdagangan tadi malam ditopang oleh inflasi yang melandai di beberapa negara bagian Eropa dan harapan berkurangnya tekanan harga di Eropa, serta rebound ekonomi China.

Indeks pan-Eropa Stoxx 600 ditutup naik 0,46 persen berada di level 454,63, yang merupakan level tertinggi sejak April 2022, ditopang oleh menguatnya sektor real estate dan ritel.

Bursa regional Eropa juga ditutup ke zona hijau, dengan Indeks FTSE 100 Inggris naik 0,2 persen menjadi 7.860,07, Indeks DAX Jerman menguat 0,31 persen menjadi 15.134,04, dan CAC Prancis naik 0,28 persen menjadi 7.043,31.

Sementara itu mayoritas bursa saham Asia ditutup menguat pada perdagangan Senin (16/01), dengan indeks China memimpin penguatan setelah pemerintahan mereka mengeluarkan lebih banyak langkah stimulus.

Adapun Indeks Hang Seng, Shanghai Composite, Shenzhen Composite juga ditutup naik.

People’s Bank of China menyuntikkan lebih banyak likuiditas ke dalam sistem perbankan menjelang tahun baru Imlek, sehingga, pasar menganggap suntikan tersebut sebagai tanda pemerintah China berencana untuk memberlakukan lebih banyak langkah pengeluaran saat negara tersebut melawan penyebaran wabah COVID-19 terburuknya.

Bursa saham regional Asia pagi ini, diantaranya Indeks Nikkei naik 334,50 poin atau 1,30 persen ke 26.156,80, Indeks Hang Seng melemah 172,25 poin atau 0,79 persen ke 21.574,47, Indeks Shanghai turun 5,85 poin atau 0,18 persen ke 3221,74, serta Indeks Strait Times terkoreksi 1,89 poin atau 0,06 persen ke 3.281,71. (Ant)

Artikulli paraprakHimbara berkomitmen dukung hilirisasi industri
Artikulli tjetërPengamat: Indonesia harus waspada meski neraca perdagangan suplus