Emas jatuh 28,1 dolar, catat minggu terburuk dalam dua bulan

Chicago – Harga emas turun tajam pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), berada di bawah level psikologi 1.650 dolar dan mencatat minggu terburuk dalam dua bulan terakhir, karena dolar menguat secara luas terhadap mata uang rival utamanya dan imbal hasil obligasi pemerintah AS mencapai tertinggi 14 tahun.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, anjlok 28,1 dolar AS atau 1,68 persen menjadi ditutup pada 1.648,90 dolar AS per ounce, setelah mencapai terendah sesi di 1.646,15 dolar AS. Untuk minggu ini, emas kehilangan lebih dari 60 dolar AS atau 3,5 persen..

Emas berjangka turun tipis 0,5 dolar AS atau 0,03 persen menjadi 1.677,00 dolar AS pada Kamis (13/10/2022), setelah tergelincir 8,50 dolar AS atau 0,5 persen menjadi 1.677,50 dolar AS pada Rabu (12/10/2022), dan terangkat 10,80 dolar AS atau 0,64 persen menjadi 1.686,00 dolar AS pada Selasa (11/10/2022).

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya –euro, yen, pound, dolar Kanada, krona Swedia dan franc Swiss– naik untuk ketujuh kalinya dalam delapan hari, mencapai tertinggi sesi di 113,30.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang menjadi acuan meroket ke level tertinggi 14-tahun di 4,06 persen.

Dolar dan imbal hasil telah menjadi penerima manfaat utama dari kampanye Fed melawan inflasi, karena bank sentral telah menaikkan suku bunga sebesar 300 basis poin tahun ini dan tampaknya akan menambah 125 lagi sebelum akhir tahun yang telah membuat emas kehilangan posisinya sebagai aset safe haven.

“Dengan inflasi yang tampaknya sangat keras kepala, mungkin (Fed) perlu melangkah lebih jauh dari yang diantisipasi pasar sebelumnya,” kata Craig Erlam, analis di platform perdagangan daring OANDA.

“Itu bukan pertanda baik untuk emas dalam waktu dekat. Terendah kemarin di sekitar 1.640 dolar dapat segera diuji sekali lagi, dengan terendah akhir September tes berikutnya setelah itu,” Erlam menjelaskan.

Emas juga tertekan setelah Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Jumat (14/10/2022) bahwa penjualan ritel AS tetap tidak berubah pada September, turun dari pertumbuhan 0,4 persen yang direvisi pada Agustus, karena rumah tangga mengurangi pembelian kendaraan bermotor dan barang-barang besar lainnya seperti elektronik dan peralatan di tengah inflasi yang sangat tinggi dan suku bunga yang meningkat pesat.

Pembacaan awal indeks sentimen konsumen Universitas Michigan yang dirilis Jumat (14/10/2022) berada di 59,8 pada Oktober, naik dari 58,6 pada September. Tetapi ekspektasi konsumen untuk inflasi selama tahun depan naik menjadi 5,1 persen dari level terendah satu tahun September di 4,7 persen.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 84,7 sen atau 4,48 persen, menjadi ditutup pada 18,071 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 1,50 dolar, atau 0,17 persen, menjadi ditutup pada 894,90 dolar per ounce. (Ant)

Artikulli paraprakMinyak anjlok di tengah kekhawatiran permintaan dan resesi global
Artikulli tjetërBI: negara anggota tanggapi positif Presidensi G20 Indonesia