Biro Statistik Nasional China sebut laba industri domestik menurun

Jakarta – Laba industri China menurun akibat berbagai faktor, tetapi terus mengalami peningkatan dalam struktur laba bisnis, menurut Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistics/NBS) China pada Minggu (27/11).

Perusahaan-perusahaan industri besar dengan pendapatan bisnis utama tahunan minimal 20 juta yuan (1 yuan = Rp2.189) masing-masing mencatatkan laba gabungan mereka turun 3 persen secara tahunan (year on year/yoy) dalam 10 bulan pertama tahun ini, mencapai sekitar 6,98 triliun yuan, menurut data dari NBS.

Pendapatan gabungan dari perusahaan-perusahaan tersebut mempertahankan pertumbuhan selama periode itu, naik 7,6 persen (yoy) menjadi 111,78 triliun yuan.

Sebanyak 19 dari 41 industri besar mencatatkan pertumbuhan laba pada periode Januari-Oktober, menurut NBS.

Ahli statistik senior NBS, Zhu Hong, mengaitkan moderasi pertumbuhan pendapatan dan penurunan laba perusahaan industri dengan berbagai faktor, seperti kasus COVID-19 yang tersebar dan meningkat di dalam negeri serta pembalikan pertumbuhan positif dalam indeks harga produsen, yang mengukur biaya barang saat siap keluar dari pabrik.

Terlepas dari penurunan laba secara keseluruhan, struktur laba bisnis perusahaan industri terus menunjukkan keadaan optimal, dengan beberapa perusahaan di lini tengah dan hilir rantai industri membukukan peningkatan nyata dalam margin laba, ujar Zhu.

Dari Januari hingga Oktober, laba industri manufaktur peralatan naik 3,2 persen, meningkat selama enam bulan berturut-turut.

Keuntungan sektor itu menyumbang 32,2 persen dari total laba selama periode tersebut, meningkat sebesar 7,1 poin persentase dibandingkan dengan dua bulan pertama 2022, mengungkap struktur industri yang lebih baik, catat Zhu.

Zhu juga menyoroti pertumbuhan laba 0,8 persen dari sektor manufaktur mobil, yang merupakan pertumbuhan kumulatif positif pertama yang tercatat di sektor itu pada 2022, saat kebijakan untuk mendorong konsumsi mobil terus memberikan pengaruhnya dan penjualan mobil mempertahankan ekspansi yang cepat.

Industri pembangkit listrik menjadi pendorong terbesar dalam pertumbuhan laba industri, menurut Zhu. Sektor itu melaporkan pertumbuhan laba sebesar 28,1 persen (yoy) dari Januari hingga Oktober, menaikkan total pertumbuhan sebesar 1 poin persentase.

Perusahaan dengan investasi asing dan perusahaan industri kecil dan menengah mencatatkan perbaikan margin keuntungan dalam 10 bulan pertama 2022 sebagai hasil dari insentif kebijakan, ungkap data tersebut.

Terlepas dari sinyal positif itu, Zhu masih mewaspadai sejumlah tantangan, seperti lonjakan kasus COVID-19 di dalam negeri dan risiko resesi ekonomi global.

Untuk mengonsolidasikan momentum pemulihan ekonomi industri, Zhu mengatakan lebih banyak upaya harus dikerahkan guna mengoordinasikan upaya pencegahan dan pengendalian epidemi secara efisien dengan pembangunan ekonomi dan sosial, serta memajukan penerapan kebijakan dan langkah yang propertumbuhan. (Ant)

Artikulli paraprakPLN pulihkan 89 persen listrik pelanggan terdampak gempa Cianjur
Artikulli tjetërTetap bertumbuh meski ancaman resesi membayangi