3.350 ternak di Mukomuko telah divaksin PMK

Mukomuko – Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mencatat sebanyak 3.350 ekor hewan ternak sapi, kerbau, kambing telah divaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) di daerah itu sebagai upaya pencegahan penyakit tersebut.

“Sebanyak 2.750 ekor hewan ternak yang telah divaksin PMK tersebut hingga tanggal 17 Agustus 2022, vaksinasi tanggal 18 Agustus 2022 menunggu laporan,” kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Diana, dalam keterangannya di Mukomuko, Kamis.

Kabupaten Mukomuko menerima bantuan sebanyak 6.400 dosis vaksin PMK untuk 6.400 ekor hewan ternak sapi, kerbau, dan kambing dari pemerintah provinsi setempat.

Ia mengatakan, dari sebanyak 6.400 dosis vaksin untuk mencegah PMK pada hewan ternak tersebut, masih ada sisa vaksin PMK sebanyak 3.050 dosis.

Ribuan vaksin PMK tersebut telah didistribusikan ke tiga pusat kesehatan hewan (Puskeswan) di Kecamatan Ipuh, Kecamatan Penarik, dan Kecamatan Air Manjuto.

Selanjutnya petugas peternakan dan kesehatan hewan yang tersebar di tiga Puskeswan di daerah ini yang rutin melakukan jemput bola untuk memberikan pelayanan vaksinasi di wilayahnya masing-masing.

Ia menyebutkan, populasi hewan ternak di daerah ini sebanyak 50.264 ekor yang terdiri dari sapi 22.001 ekor, kerbau 6.317 ekor, kambing 20.732 ekor, domba 1.119 ekor, dan babi 96 ekor.

Dari populasi hewan ternak sebanyak 50.264 ekor tersebut, sebanyak 581 ekor hewan ternak yang terjangkit PMK, atau bertambah dibandingkan sebelumnya sebanyak 560 ekor.

“Hari ini ada tambahan kasus PMK sebanyak 21 ekor sapi yang tersebar di Desa Lubuk Gedang sebanyak tujuh ekor dan Desa Sumber Makmur sebanyak 14 ekor,” ujarnya.

Dari sebanyak 581 ekor hewan ternak yang terjangkit PMK tersebut, sebanyak 299 ekor di antaranya sehat, sembilan ekor mati, dan tiga ekor dipotong paksa.

Ia mengatakan, pihaknya semakin gencar melakukan pengobatan hewan ternak yang sakit dengan ketersediaan obat dari provinsi dan dari kabupaten sendiri. (Ant)

Artikulli paraprakPolisi: Lansia pelaku pencabulan terancam 9 tahun penjara
Artikulli tjetërBI Bengkulu sebut uang emisi terbaru sulit untuk dipalsukan