Pabrik sawit di Mukomuko kembali operasi

Mukomuko – Pabrik minyak kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, kembali beroperasi mengolah tandan buah segar kelapa sawit setelah tutup selama sekitar dua tahun karena diduga mengalami kerusakan mesin.

“Sudah dua Minggu ini PT Muko Panen Raya Mandiri (MPRA) beroperasi, tetapi belum setiap hari karena masih uji coba,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Apriansyah dalam keterangannya di Mukomuko, Jumat.

Sebanyak 13 pabrik minyak kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko, tetapi hanya 11 pabrik yang membeli tandan buah segar kelapa sawit, sedangkan dua pabrik mengolah buah sawit sendiri.

Namun dari sebanyak 11 pabrik minyak kelapa sawit ini, PT Muko Panen Raya Mandiri (MPRA) yang sudah lama berhenti beroperasi mengolah tandan buah segar kelapa sawit, sedangkan PT Sentosa Sejahtera Sejati (SSS) baru sebulan terakhir stop beroperasi.

Selanjutnya, ia meminta, kepada perusahaan tersebut untuk memberitahukan aktivitasnya tersebut kepada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Ia mengatakan, perusahaan tersebut harus melaporkan aktivitasnya terkait dengan tenaga kerjanya kepada Dinas Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan dan Tenaga Kerja, pengelolaan lingkungannya kepada Dinas Lingkungan Hidup.

Dengan Dinas Pertanian setempat terkait dengan izin usaha perkebunan pengolahan (IUP-P), produksinya, termasuk persyaratan kemitraan dengan petani untuk bahan bakunya.

Menurut dia, karena perusahaan pengolahan minyak mentah kelapa sawit tersebut sudah lama tutup, kemungkinan ada pengaruh terhadap mesin pabrik yang mereka gunakan.

Selain itu, kemungkinan ada perubahan kapasitas pabrik minyak mentah milik perusahaan tersebut dengan sebelum perusahaan tersebut dibangun sehingga berpengaruh terhadap izin yang akan diberikan.

“Kami belum tahu kapasitas pabrik minyak kelapa sawit tersebut apakah masih sama dengan kapasitas pabrik sebelum dibangun atau ada penambahan dan pengurangan,” ujarnya pula. (Ant)

Artikulli paraprakMonaco gaet Breel Embolo dari Gladbach
Artikulli tjetërSuaib Tahir : Makna berkurban untuk tekan ego pribadi dan kelompok